Semua tulisan dari Toosa

Focusing on MOODLE Learning Management System, I provide variety solutions for elearning development infrastructure and elearning contents. Meanwhile I still do software using JavaFX, PHP and its related technology like HTML5, CSS, Javascript, MySQL, PostgreSQL, Apache, etc, those are mostly based on Linux (Ubuntu/CentOS).

Pindah ke openstat.sekolahku.org


Dear Friends,

Berhubung kebutuhan akan beberapa sepsifik fitur, akhrinya blog ini saya pindahkan ke domain tersendiri ke http://openstat.sekolahku.org

Semoga dapat menjadi lebih baik, tetap semangat !

Iklan

Start Using Zend Framework 1.11


Zend Framework is one of popular PHP Framework which mostly use for enterprise application. So it will be a little bit complex for the beginers. But don’t worry, I am a beginers to :). I assume that your server is the same with mine, it use linux/unix operating system and can be accessed by ssh/telnet.

Ok then, lets rock !

1. Get Zend Framework and prepare your site based on Zend Framework

We will get the latest zend framework ini minimal configuration , extract and rename it (I choose ZendFramework-1.11.9-minimal) to ZendFramework then place it under public_html directory (or you can place as you like).

# cd /home/username/public_html

# tar -zxvf  ZendFramework-1.11.9-minimal.tar.gz

# mv ZendFramework-1.11.9-minimal ZendFramework

We will use Zend Tools which located in ZendFramework/bin/zf.sh, so we need to create an alias. You need to modify /home/username/.bashrc by add the text bellow at the end of file :

alias zf.sh=/home/username/public_html/ZendFramework/bin/zf.sh

After you modify this file, you need to re-login. Now, every time You login, Zend tools is ready to use 🙂

Check your Zend Tools :

# zf.sh show version

Zend Framework Version: 1.11.9

2. Create a ZF project (let say “zfstart”).

# cd /home/username/public_html

# zf.sh create project zfstart

3. Create a symbolic link of your zend library to your project library directory

# cd /home/username/public_html/zfstart/library

# ln -s /home/username/public_html/ZendFramework/library/Zend

4. And finaly you will have zfstart project directory structure bellow:

5. Test your project

http://yourdomain/zfstart/public

Then you should see like this bellow :

Congratulation !

Variabel Acak Binomial


Source : http://people.wku.edu/david.neal/statistics/discrete/binomial.html

Suppose there is probability p of occurrence on any one attempt. If we make n independent attempts, then the binomial random variable, denoted by X ~ b(n, p), counts the total number of occurrences in these n attempts.
The probability of having exactly k occurrences, for 0 <= k <= n, is given by
P(X = k) = C(n, k) * p^k * q^(n – k) , where q = 1 – p.

Simulasi dengan perantara Kejadian Diskrit


Elemen kunci dari simulasi kejadian diskrit adalah variabel-variabel dan kejadian-kejadian . Untuk melakukan simulasi kita secara kontinyu mengamati beberapa variabel tertentu. Secara umum, ada tiga jenis variabel yang sering digunakan, variabel waktu, variabel penghitung (counter), dan variabel status sistem (system state).

Variabel

Variabel waktu t . Banyaknya waktu (simulasi) yang telah berlalu

Variabel penghitung (counter). Variabel ini menyimpan banyaknya suatu kejadian terjadi / muncul sepanjang waktu t.

Variabel Status sistem (System state). Varibel ini menjelaskan status dari sistem pada waktu t tertentu.

cKetika sebuah kejadian muncul, nilai-nilai di atas akan berubah atau diperbaharui, dan kita akan mengambilnya sebagai keluaran untuk suatu data pengamatan. Untuk tujuan menentukan kapan kejadian berikutnya akan muncul, kita akan memelihara sebuah “daftar kejadian”, yang akan berisi daftar kejadian masa depan terdekat yang akan terjadi dan kapan kejadian tersebut dijadwalkan akan terjadi.

Ketika sebuah kejadian terjadi, kita kemudian mengatur kembali waktu dan semua status serta variabel penghitung serta mengambil data yang berkaitan. Dengan cara ini, kita akan dapat mengikuti/menelusuri sistem ketika berproses sepanjang waktu.

Pendekatan Simulasi Kejadian Diskrit (The Discrete Event Simulation Approach)


Mensimulasikan suatu model probabilistik akan melibatkan pembangkitan mekanisme stokastik dari model yang bersangkutan dan kemudian melakukan pengamatan terhadap aliran resultante dari model tersebut sepanjang waktu tertentu.

Berdasarkan kepada alasan pembuatan simulasi tersebut, akan ada beberapa kuantitas pengamatan tertentu yang akan kita cari. Tetapi , walaupun demikian karena evolusi model yang mengikuti waktu itu sering kali melibatkan suatu struktur logis yang rumit dari elemen-elemennya, karenanya tidak selalu mudah untuk melakukan penelusuran/mengikuti perjalanan dari evolusi tersebut, demikian juga dalam menentukan kuantitas yang akan diamati.

Sebuah kerangka kerja (framework) umum, dibangun seputar ide dari “kejadian diskrit”, telah dibuat untuk membantu kita untuk mengikuti sebuah model sepanjang waktu dan menentukan kuantitas pengamatan yang relevan/wajar. Pendekatan pada simulasi yang berdasarkan pada kerangka kerja ini sering disebut dengan Pendekatan Simulasi Kejadian Diskrit.